Gara-gara si sulung merengek minta nonton bola antara Bayern Munchen dan Timnas Indonesia hari Rabu malam kemarin, akhirnya saya, mamanya anak2, si sulung dan si tengah plus adik saya yang memang gila (nonton) bola sore itu berbondong2 menuju ke Gelora Bung Karno. Terakhir saya nonton bola di Stadion Utama bersama ayah sewaktu berumur 7 atau 8 tahun (hampir 30 tahun yang lalu!!!) dan nyaris setelah itu menonton bola dari layar kaca.Oh iya, pernah sekali di stadion Jatidiri Semarang. Setiba di Senayan, kami sempat bolak-balik mencari pintu gerbang masuk. Kami harus berputar-putar, karena petugas yang mengarahkan juga tidak mengetahui pintu masuk buat tiket kami. Kita sempat masuk ke pintu VIII, terus diarahkan ke pintu I terus ke pintu V, akhirnya kita telusuri satu-satu dan ketemu di pintu VI!!! Ha..ha..ha.. padahal pertandingan sudah dimulai. Anak2 juga sudah bersimbah peluh, karena harus berjalan cepat kesana kemari untuk segera masuk stadion. Terus terang dari awal saya sudah memprediksi bahwa timnas akan kalah, tapi sepanjang pertandingan saya sangat menikmati pertandingan tersebut. Tidak heran kalau banyak orang yang sangat tergila-gila menyaksikan pertandingan sepak bola. Sepanjang pertandingan kita bisa merasakan kegairahan dan antusiasme yang tinggi. Padahal setiap gol yang tercipta dari kedua kesebelasan, seluruh penonton turut bersorak, mungkin mereka juga sadar kalau kesebelasan kita bukanlah tandingan Bayern Munchen. Jadi prinsipnya satu: just enjoy the show!!! Hanya si tengah yang tidak menikmati pertandingan, maklum masih belum mengerti sepak bola dan asap rokok yang pekat sehingga dia merasa tidak nyaman. Terus terang saya senang sekali menyaksikan pertandingan tersebut, ikut meneriakkan yel-yel yang memberikan semangat bagi timnas kita. Tidak terasa semangat nasionalisme turut bangkit. Sebetulnya salah satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan semangat nasionalisme adalah melalui olah-raga, namun sayangnya akhir2 ini nyaris tidak ada cabang olah raga yang mampu mengangkat nama harus bangsa ini di dunia internasional. Kita pulang 10 menit sebelum waktu usai. Khawatir kalau harus menunggu waktu usai akan terjepit dan masalah keamanan tentunya. Sempat kaget ketika mengetahui bahwa sepulangnya kami, gawang timnas harus kebobolan 2 gol lagi. Tidak apa2 yang penting puas dan tenggorokan agak serak. Kali waktu ingin juga nonton bola di kejuaran FIFA World Cup.
No comments:
Post a Comment