Hari ini, saya mengajak istri dan ketiga Jagoan ke Indo Defense 2008 di Halim Perdana Kusuma. Terakhir saya menghadiri acara seperti ini yaitu waktu pertama kali Indonesia Air Show diadakan. Jadi sudah lama sekali. Terus terang saja, alasan saya ingin mengajak anak-anak melihat acara tersebut adalah atraksi pesawat jet tempur nya, walaupun saya harus kecewa untuk itu karena yang muncul hanya pesawat propeller buat Korea Selatan. Waktu saya masih remaja saya sangat menyukai informasi yang berkaitan dengan alutsista, baik untuk di darat, laut maupun udara. Kecanggihan peralatan tempur selalu menarik perhatian saya. Tapi jujur saja, ketika melihat seluruh peralatan tempur canggih yang diperagakan di sana, hati saya kok mendadak miris. Bagaimanapun canggihnya peralatan itu tapi semuanya punya tujuan yang sama: membunuh manusia. Terlepas dari alasannya adalah untuk membela diri, tapi saya yakin tujuan peralatan yang semakin canggih adalah bagaimana semakin efektif melumpuhkan lawan. Entah mengapa, saya juga sangat menikmati film-film perang. Hampir semua film perang sudah saya tonton, bahkan sudah lebih dari 10 kali saya menonton film yang sama: Savings Private Ryan. Adegan demi adegan dalam film itu, semakin subtil dan realistis maka semakin saya sangat menikmati. Selain itu, saya juga agak terobsesi dengan perang dunia ke-2, seluruh buku PD II karangan PK Ojong sudah saya baca. Terkadang saya sendiri merenung apakah saya memang menggemari kekerasan?? Di lain pihak-istri saya pasti sangat setuju dengan hal ini-yaitu saya paling tidak bisa melihat darah, apalagi jika yang berdarah itu adalah istri dan anak-anak. Wah bisa pingsan saya. Lagipula saya bukanlah tipe orang yang agresif (??) Jadi aneh juga kalau saya punya ketertarikan yang besar akan perang dan peralatannya. Tapi sudahlah, saya pikir itu hanya masalah minat saja. Mungkin kebanyakan pria juga mempunyai kecenderungan yang sama, seperti wanita memiliki kecenderungan yang sebaliknya yaitu anti terhadap perang. Ketika nonton film perang bersama dengan Nyonya, selalu dia berucap: wah pada jaman perang paling tidak enak menjadi perempuan dan anak-anak..tidak punya pilihan!!?? Sayangnya kalau mengingat sejarah peradaban manusia selama ini, hampir sedikit sekali rentang waktu dimana manusia tidak melakukan peperangan. Mudah-mudahan dimasa mendatang tidak ada perang lagi, dan seluruh peralatan perang hanya cukup dijadikan barang pameran saja seperti hari ini. Amin
Saturday, November 22, 2008
Indo Defense 2008 dan Anti Perang
Hari ini, saya mengajak istri dan ketiga Jagoan ke Indo Defense 2008 di Halim Perdana Kusuma. Terakhir saya menghadiri acara seperti ini yaitu waktu pertama kali Indonesia Air Show diadakan. Jadi sudah lama sekali. Terus terang saja, alasan saya ingin mengajak anak-anak melihat acara tersebut adalah atraksi pesawat jet tempur nya, walaupun saya harus kecewa untuk itu karena yang muncul hanya pesawat propeller buat Korea Selatan. Waktu saya masih remaja saya sangat menyukai informasi yang berkaitan dengan alutsista, baik untuk di darat, laut maupun udara. Kecanggihan peralatan tempur selalu menarik perhatian saya. Tapi jujur saja, ketika melihat seluruh peralatan tempur canggih yang diperagakan di sana, hati saya kok mendadak miris. Bagaimanapun canggihnya peralatan itu tapi semuanya punya tujuan yang sama: membunuh manusia. Terlepas dari alasannya adalah untuk membela diri, tapi saya yakin tujuan peralatan yang semakin canggih adalah bagaimana semakin efektif melumpuhkan lawan. Entah mengapa, saya juga sangat menikmati film-film perang. Hampir semua film perang sudah saya tonton, bahkan sudah lebih dari 10 kali saya menonton film yang sama: Savings Private Ryan. Adegan demi adegan dalam film itu, semakin subtil dan realistis maka semakin saya sangat menikmati. Selain itu, saya juga agak terobsesi dengan perang dunia ke-2, seluruh buku PD II karangan PK Ojong sudah saya baca. Terkadang saya sendiri merenung apakah saya memang menggemari kekerasan?? Di lain pihak-istri saya pasti sangat setuju dengan hal ini-yaitu saya paling tidak bisa melihat darah, apalagi jika yang berdarah itu adalah istri dan anak-anak. Wah bisa pingsan saya. Lagipula saya bukanlah tipe orang yang agresif (??) Jadi aneh juga kalau saya punya ketertarikan yang besar akan perang dan peralatannya. Tapi sudahlah, saya pikir itu hanya masalah minat saja. Mungkin kebanyakan pria juga mempunyai kecenderungan yang sama, seperti wanita memiliki kecenderungan yang sebaliknya yaitu anti terhadap perang. Ketika nonton film perang bersama dengan Nyonya, selalu dia berucap: wah pada jaman perang paling tidak enak menjadi perempuan dan anak-anak..tidak punya pilihan!!?? Sayangnya kalau mengingat sejarah peradaban manusia selama ini, hampir sedikit sekali rentang waktu dimana manusia tidak melakukan peperangan. Mudah-mudahan dimasa mendatang tidak ada perang lagi, dan seluruh peralatan perang hanya cukup dijadikan barang pameran saja seperti hari ini. Amin
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment