Hari Selasa dan Rabu tanggal 18-19 November kemarin, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti Security & Hacking Conference yang diselenggarakan oleh Bellua Asia Pacific di JCC. Memang masalah IT Security sudah menjadi perhatian utama saya selama ini. Dari seluruh materi yang disampaikan oleh para penyaji selama 2 hari, terdapat satu materi yang paling menarik buat saya yaitu masalah cyberwarfare yaitu bagaimana perang dimasa mendatang akan banyak diwarnai oleh perang teknologi informasi. Sebagai contoh adalah yang terjadi di Estonia, dimana pihak lawan merusak sistem perbankan dinegara tersebut, sehingga menyebabkan kelumpuhan ekonomi yang fatal. Lalu di Yunani, dimana ada satu kasus penyadapan yang dilakukan oleh lembaga intelijen AS yang menyebabkan kehebohan besar di negara tersebut, bahkan salah satu pegawai perusahaan yang disadap akhirnya bunuh diri. Saya jadi teringat waktu mengikuti konferensi tentang Keamanan Informasi, dimana salah satu pembicara mengungkapkan bahwa di dunia ini yang ada hanya 2: Lawan dan Calon Lawan, dan yang membedakan hasilnya tetap satu: informasi yang mereka peroleh berupa kekuatan dan kelemahan kita. Dulu, saya ingat kalau Ramos Horta juga sempat menyampaikan ancaman untuk merusak sistem informasi perbankan jika negara negara kita tidak bersedia memberikan kemerdekaan untuk Timor Timur. Waktu saya membaca buku karangan Bruce Schneier juga banyak diungkap tentang kejadian-kejadian di dunia baik melibatkan antar negara maupun antar organisasi berupa kejadian pencurian informasi. Di era informasi seperti sekarang ini, memang informasi menjadi kunci kemenangan (sekaligus kekalahan) bagi seluruh individu, lembaga dan negara. Tidak heran kalau pencurian informasi akan semakin marak di masa mendatang. Setuju??
No comments:
Post a Comment