Pasti banyak yang bingung kalau melihat judul entri ini. Apa hubungannya antara merakit PC dan demam berdarah coba?? Ceritanya begini: saya sudah lama merencanakan merakit PC sendiri, maksudnya saya pilih, saya beli dan saya rakit sendiri tanpa melibatkan penjual hardwarenya. Biasanya kan milih komponen dan beli sendiri tapi yang merakitkan adalah pegawai toko-paling banter saya cuma melihat mereka kerja. Setelah surfing di internet dan baca majalah PC Magazine, tersusunlah 'daftar belanjaan' ku. Daftarnya gak usah saya cantumkan disinilah, malu!! Nanti disangka pamer lagi.. Yang jelas buat main game 3D yang paling canggih seperti Crisis sih oke-oke aja. Nah pas belanja ke Two Manggo beserta rekan saya-baru saja ke toko yang jual motherboard-eh dapat telpon dari nyonya di rumah sakit, nadanya agak panik. Intinya si sulung siang ini harus masuk rumah sakit karena hasil check lab nya menyimpulkan positif terkena demam berdarah (Dengue). Memang sejak liburan lebaran ke lombok, ketika di rumah-si tengah dan si bungsu langsung jatuh sakit. Panas tinggi. Hampir 2 malam keduanya panas tinggi. Nah, si sulung waktu itu masih sehat-sehat saja. Malah sempat menemani nenek nya nonton film Laskar Pelangi. Namun Senin siang, setelah adik-adiknya sudah turun panasnya, malah dia yang panas tinggi. Memang setelah 2 hari panasnya turun, tapi hari ketiga kemudian panas lagi. Oleh karena itu esok paginya, dia dibawa ke lab untuk cek darah (hari dan jam dimana saya ke Mangga Dua buat nyari komponen PC rakitan). Yang membuat istri saya panik adalah si bungsu yang ikut ke rumah sakit menjerit-jerit ketakutan. Maklum 2 hari sebelumnya dia juga dibawa ke RS untuk cek darah dan sampai hari itu suster yang biasanya menjaga si bungsu belum masuk. Bayangkan coba??! Nyonya ku harus menangani 2 anak, si sulung yang ketakutan waktu ditusuk jarum infus dan si bungsu yang menjerit-jerit karena menyangka dialah yang harus disuntik...lagi!!! Stress... sudah pasti! Apalagi hampir 6 hari kita berdua harus bergantian menjaga 3 jagoan yang bergantian sakit panas...di saat bersamaan sang suami........pergi ke Mangga Dua untuk mencari pc rakitan??!!! Betapa tidak tahu dirinya saya... Setelah buru-buru menyelesaikan belanja komponen (tanggung kan kalau sudah sampai disana kalau tidak dituntaskan??), saya langsung cabut dan drop teman dulu ke kantor dan saya langsung ke RS. Acara merakit terpaksa harus dilupakan dulu, karena harus menjaga anak di RS (pas malam hari-siang harus tetap ngantor soalnya). Tapi pas hari ke-2 anak di RS ternyata ibu saya bersedia menjaga si sulung di RS, nah ketika ada waktu itulah acara rakit-merakit dimulai. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Memang yang saya utamakan adalah bagaimana memasang prosesor secara tepat, kalau komponen lainnya saya mengandalkan pengetahuan yg saya peroleh dari penjual, file2 berupa buku ataupun video dari internet, dan juga buku manual yang tersedia. Walhasil, setelah berkeringat dan membuat seisi rumah berantakan, akhirnya PC berhasil dirakit. Masih ada hal-hal kecil yang kelupaan memang seperti memasang pin untuk tombol ON di casing (ha..ha..ha..). Tapi intinya ketika PC Rakitan itu bisa berjalan sebagaimana mestinya...wah..puas banget...menambah rasa percaya diri dan pemahaman terhadap hardware PC. Bagaimanapun juga, sebagai wannabe computer forensic guys, saya harus lebih memahami secara mendalam tentang komponen komputer and how they works. Nah sekarang terjawab kan latar belakang judul entri ini. Si sulung ketika pulang ke rumah dan melihat PC rakitan yang sudah terpasang game Call of Duty 4 berdecak kagum, dan berkomentar bahwa papahnya bisa "membuat" komputer semudah membuat pizza!!! Nah bingung kan apa kaitannya membuat komputer dan membuat pizzaa????
This entry is dedicated to my lovely and only woman in my life and always cool & strong when his husband was not beside her...
2 comments:
For my beloved wannabe computer forensic guy, mudah2an peristiwa "PC rakitan dan Demam Berdarah" ini selalu kita ingat kalo lagi terlintas kepingin nambah anak lagi hehehe
Big hugs,
Your "wannabe cool and strong" wife
Saya tertarik dengan artikel Bapak http://puspoheriyanto.blogspot.com/2006/10/artikel-ttg-bcpdrp.html dan saya berharap Bapak berkenan mengirimkan artikel tersebut ke alamat email saya ini: abubimo[at]gmail.com. Terima kasih.
NB. Ma'af posting di sini, karena ini halaman terbaru jadi saya berharap bahwa komentar saya dapat terbaca Bapak. :D
Post a Comment